Aku berdiri didepan cermin.
Penampilan ku sangat formal hari ini.
Kemeja Putih, dasi hitam, rok hitam, sepatu pantopel hitam, dengan blazer.
Yang gak cocok adalah tasnya.
Aku memakai tas ransel besar.
Kenapa?
Didalam tas ada Laptop dan 3 buku tugas akhir yang tebal.
Ya, aku sidang hari ini.
Aku merasa percaya diri karena tugas akhir ku benar-benar kukerjakan sendiri.
Kuperhatikan wajahku dan kantung hitam dibawah mataku.
"Semangat! Kamu pasti bisa!"
Kuperiksa sekali lagi isi tas ku
Ku pastikan lembar penguji, pengesahan sidang, kartu mahasiswa, buku tugas akhir semua sudah ada di tas ku.
"Sudah siap?"
"Siap"
"Oke gue kerumah sekarang"
Seseorang menawarkan ku mengantar sidang.
Tak lama bunyi klakson terdengar didepan rumah.
"Maaaa aku berangkat yaaa"
Kubuka pintu mobil dan meletakkan tas ku yang berat itu dibelakang
"Selamat pagi cantik.."
"Ah, masi pagi, jangan ngegombalin anak orang"
"loh kok gombal, gombal itu bohong, kalau ini jujur"
"Lebay lo..."
Aku mulai membuka materi dan membaca-baca ulang
"Jangan dibaca terus ntar malah ngeblank"
"Emang gitu ya?" Kuletakkan kembali buku tugas akhir ku dan mulai memandangi jalanan
"Lo lucu banget kalau lagi bengong gitu"
"Bisa fokus nyetir aja gak?"
Setelah itu kami sibuk mencari jalan karena belum pernah ketempat itu sebelumnya.
Akhirnya kami sampai juga di lokasi
Kulihat banyak orang yang sudah berkeliaran di gedung itu
Aku jadi semakin nervous. Tiba-tiba aku agak lupa materi yang aku baca
"Good luck ya, gue yakin lo bisa. Anak pinter kayak lo gamungkin gagal sidang kecil kayak gini doang"
"Bisa aja, oke gue masuk ya. Ntar kalau gue udah kelar gue telpon lagi" Ujarku seraya pergi.
Aku masuk dan mencari ruangan yang tertera di kartu wisuda ku.
Tiba-tiba ada penerima tamu yang mengarahkan aku untuk masuk.
Aku masuk ke ruangan disitu tugas akhir kami di cek satu persatu, dan kita harus foto dulu untuk Ijazah
Aku benci pasfoto, karena pasti akan aneh dan rambutku kacau
Kemudian kudengar namaku dipanggil dan aku menuju tempat foto.
"Siap ya satu, dua, tigaa" kemudian cahaya foto muncul
"Pak, saya mau lihat dong pak fotonya"
Setelah aku lihat hasilnya sangat gak puas. Poniku pisah-pisah
"Pak boleh ulang gak?"
Akhirnya foto diulang lagi. saat aku liat hasilnya sekarang senyum aku yang maksa
"Pak ulang lagi pak"
"Waduh, 1 jepret 25 ribu ya?"
Aku difoto sekali lagi. Begitu kuliat hasilnya tetep gak memuaskan. Tapi yang antri sudah banyak
"Udah deh pak makasih"
Kemudian aku menuju ruangan sidangku.
Tiba-tiba di ujung ruangan, namaku dipanggil
Aku berdiri dan merasakan lutut yang lemas
Aku grogi, aku masuk dan kulihat 2 orang penguji.
Satu cewe, terlihat ramah dan baik.
Satu lagi cowo, terlihat judes
"Selamat siang pak, bu"
"Siang, silakan persiapkan tugas akhirnya"
Aku membuka laptop, menyerahkan buku tugas akhirku kepada 2 dosen penguji, menyalakan LCD dan mencolokkannya ke laptop.
Tiba-tiba hal tidak kuinginkan terjadi.
Kursor aku lari kesana kemari
Aku lupa, jika diconnect ke LCD pasti kursornya lari, harus pake mouse.
Aku terdiam dan hampir menangis.
"Bisa dimulai?"
"Bisa pak." Dengan gamang aku tekan F5 pada keyboard ku untuk menampilkan slide show.
Dan aku mulai menerangkan isi TA ku. Lancar, namun banyak yang tidak kusampaikan karena aku kepikirian mouse ku.
"Sekian pak , bu untuk tugas akhir saya" Aku menyudahi tugas akhirku, berharap dosen penguji tidak menanyakan programku, karena aku tidak bisa mengoperasikannya.
"Loh, programnya mana?" Seketika aku lemas. gak mungkin penguji gak nanyain keseluruhan materi.
"Pak, Bu, saya tidak bisa buka programnya karena laptop saya jika dicolok ke LCD kursornya kabur"
"Loh kamu udah tau gitu kenapa gak kamu bawa mouse?"
"Loh kamu udah tau gitu kenapa gak kamu bawa mouse?"
"Saya baru sadar tadi pak"
"Kamu gak prepare ya? Sekarang saya kasih kamu waktu 2 menit untuk cari mouse keluar"
Aku berlari keluar ruangan untuk cari mouse
Tapi tidak ada satu orangpun yang bawa. aku tidak yakin mereka tidak bawa atau tidak mau pinjamin, karena mereka juga mau sidang.
Kuambil handphone dari kantong, menghubungi temanku itu.
"Plis angkat plis...." Tapi tidak juga diangkat
Ku ketikkan sms dengan cepat
'woy dimana, tolong cariin gue mouse, sidang bisa gagal nih gara gara ini'
Aku telpon lagi, gak diangkat juga
Aku hampir menangis menuju ruangan sidang
"Pak, Bu, saya gak dapat mouse nya. saya akan coba presentasikan sebisa saya"
Aku mulai berusaha menguasai kursor yang lari kesana kemari, menjelaskan satu persatu, Dosen penguji yang cewe tidak tega mungkin dan akhirnya mempersilakan aku menyudahi presentasiku
Kemudian saatnya penguji menanyakan pertanyaan
Dosen yang cewe melontarkan pertanyaan yang mudah, hanya menggali materi yang sudah aku buat
Dosen yang cowo, kritis banget. Dia nanyain program yang aku buat.
"Kamu buat program dulu baru manualnya ya?"
"Nggak pak, saya buat manualnya dulu"
"Coba kamu buka report manual dengan report program"
Aku membuka report yang aku buat
'Ah, remed dah ni gue' Aku bergumam dalam hati. report manual dan report program hasilnya beda!
"Kamu liat kan hasilnya beda? jadi kamu jujur, buat manual nya dulu apa programnya dulu?"
"Saya buat manual dulu pak, saya inget banget karena ini saya yang buat sendiri"
"Manual dulu apa program dulu??" Tiba-tiba aku inget kata dosen pembimbing ku. kalau Dosen nyecer kamu walau kamu benar, salahkan aja diri kamu.
"Ya pak, saya buat program dulu"
"Nah kan, lain kali gak boleh ya kayak gitu, buat dulu manual nya baru programnya"
Aku mengangguk kalah. Aku rasanya ingin menangis disitu saat itu juga
"Oke mba, gak apa-apa kok. Sidangnya udah selesai ya. Mba bisa keluar sekarang, nanti ditunggu hasil sidangnya dua minggu, jika lulus langsung dapat undangan wisuda."
Kuambil lembaran sidang dari tangan dosen itu, kemudian pergi keluar dengan lunglai
Aku tidak melihat teman-temanku yang juga sidang saat itu, jadi aku gakbisa teriak-teriak untuk menumpahkan kekesalanku
Kemudian aku melihat ada satu mahasiswi yang menangis sambil memegang lembaran sidang
Aku kepo dan bertanya kepada orang disekitarnya
"Mba itu kenapa dia nangis?"
"Iya mba sidangnya gagal"
"Hah emang ketauan gagal enggak nya dari mana??"
"Itu lembaran sidang kalau ditanda tangan oleh kedua dosen tandanya mereka setuju untuk lulusin, tapi kalau gak ditanda tangani tandanya harus remed"
Seketika aku membuka lembaran yang tadi aku ambil dari dosen dan aku melihat kedua dosen menandatangani nya!!
Lupa bilang makasih ke mba yang tadi udah kasi info, aku lari keluar gedung, aku ingin segera pulang karena lega akhirnya sidang sudah terlewati.
* * * * *
"Sori yah sori, tadi gak liat telepon"
"Gak apa-apalah gue udah lulus ini,kalau sampai tadi gak lulus berarti semua salah lo"
"Lah lo yang gak prepare kok jadi gue yang salah?"
Aku tertawa, tertawa karena membayangkan wisuda
"Makan dulu yuk?"
"yuk, gue traktir sebagai ucapan terima kasih karena udah anterin"
"Kalau makasih jangan pake traktir"
"Trus pake apa?"
"Pake........ hmmmm gak usahlah makasih-makasih gue tulus kok"
"Oh yaudah"
"lah kok lo lurus amat yaudah aja traktir lah!"
"Nggak lah, tawaran berlaku sekali. kalau ditolak berarti angus"
"Yaaaaaahhh. Gue turunin nih ya disini"
"Turunin aja kalau tega?"
"Yaudah nggak, ayolah makan laper"
Akhirnya kita makan dan aku tetap gak traktir~
Dengan perasaan lega aku makan, aku seneng banget karena kelelahanku sudah berakhir,
Jerih payah gak sia-sia..
Sebentar lagi aku gak sibuk-sibuk kuliah lagi,
Yuhuuu!!
* * * * *
Keesokan harinya komentar penguji sudah bisa dilihat
Aku kaget banget, ternyata dosen penguji utama itu yang cewe, yang cowo ternyata cuman dosen asissten, tapi galak gitu.
Komen dari dosen cewe : "Perbaiki/tambahkan materi yang masih kurang"
Komen dari dosen cowo : "buat lap keu manual Neraca Saldo, AJP, NSD, Neraca Lajur sesuai dengan SAK jangan bikin zahirnya dulu baru manualnya.."
Aku tertawa, segalak-galaknya tetep aja aku dilulusin dan gak ngomel banget kok
Mereka cuma nyecer tapi gak jahatin aku.
Thank you Bapak dan Ibu Dosen !
* * * * *
Keesokan harinya komentar penguji sudah bisa dilihat
Aku kaget banget, ternyata dosen penguji utama itu yang cewe, yang cowo ternyata cuman dosen asissten, tapi galak gitu.
Komen dari dosen cewe : "Perbaiki/tambahkan materi yang masih kurang"
Komen dari dosen cowo : "buat lap keu manual Neraca Saldo, AJP, NSD, Neraca Lajur sesuai dengan SAK jangan bikin zahirnya dulu baru manualnya.."
Aku tertawa, segalak-galaknya tetep aja aku dilulusin dan gak ngomel banget kok
Mereka cuma nyecer tapi gak jahatin aku.
Thank you Bapak dan Ibu Dosen !

