Sabtu, 26 Desember 2015

Lebih Dekat

Kalian tau peribahasa "Don't judge a book by its cover?"

Aku sering denger banyak peribahasa, tapi gak pernah menganggap itu penting
Sampai peribahasa itu kejadian.

Kita sebagai manusia, pasti akan lebih dulu tertarik dengan penampilan luar.
Boleh kok menilai penampilan luar, gak salah. Tapi jangan penampilan luar itu juga menjadi penilaian keseluruhan hidupnya itu gak baik!

Bertemanlah dengan siapa aja, ramahlah kepada siapa aja, berbuat baiklah kepada siapa aja, bagaimanapun mereka.
Soal nanti mereka bagaimana, baru kita bisa menilai.

Yang lebih bahaya, kalau kita baru kenal dari luarnya aja, tapi kita kayak yang udah tau gimana orang itu, sikapnya, sifatnya, perilakunya, dan udah jadiin itu bahan obrolan. No, No. Itu gak baik
Biasakan menjalin pertemanan lebih dekat dulu, baru komentar itupun kalau perlu.

Jangan sampe kalian nyesel -kayak aku-
Menilai orang yang terlihat baik, taunya gak baik
Menilai orang yang terlihat gak baik, ternyata baik.
Kan selain nyesel, merasa berdosa juga.

Aku suka sama orang, dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun
Bahkan namanya sempat bertengger terus di doaku tiap malam,
Cuman minta kesempatan sama Tuhan, supaya bisa deket.
Supaya pada akhirnya bisa terbalas perasaannya, atau mungkin sekedar ngasitau kalau aku suka
Bertahun-tahun aku -seakan- memuja dia, dan seakan kehidupan dia tuh OK banget dan patut diperjuangkan, dan bertahun-tahun itu juga gue buang waktu gue sia-sia.

Setiap gue patah hati ama pacar, gue akan balik suka sama ni orang.
Tapi gak pernah ada kesempatan deket
Didoain lagi, dan mungkin Tuhan capek kali yaa denger doa aku
Sampe akhirnya, aku dikasi kesempatan untuk deket sama dia.
Dan bener aja. Orang yang bertahun-tahun aku lihat baik,
Ternyata...... jauh dari baik yang aku kira.
Dalam waktu sekejap, aku udah bisa ilfeel karena sikapnya yang sama sekali ga mencerminkan orang baik
Cuman waktu itu aku bandel, kayak tetep yakin dia gak bener-bener kayak gitu
Dan masih tetep berusaha doain,
Tapi kayaknya, cukup deh memaksakan diri menilai orang yang positif seperti kesan pertama dulu, kalau sekarang aku udah lihat kenyataan kalau orang itu ya gak positif-positif amat

Kita juga belum tentu luar dan dalam sama, dan kita pasti juga bakal komplen kan kalau ada orang yang komentarin kita buruk, pasti kita bilang
"Yailah tuh orang kenal gue juga enggak, udah ngejudge aja!"
Nahhh..
Aku bilang gitu karena aku juga gitu.
Orang yang gakenal aku , pasti bilang aku jutek, cuek, sombong.
Padahal aku kalau udah kenal, aku gak sombong, tapi setelan muka aku kalau diem emang jutek banget, tapi kalau lagi gak ngapa2in harus senyum kan aneh... -pegel juga-

Lakukan juga hal itu pada diri kita guys.
Jangan asal komentar kalau kita belum kenal Lebih dekat....
Read more ...

Jumat, 18 Desember 2015

Obat Patah Hati

Setelah sekian lama aku menutup diri dari dari siapapun, dari apapun, menjalani hidup hanya mengikuti arus, akhirnya aku memutuskan untuk kembali mewarnai hidupku.

Aku memilih untuk berhenti memejamkan mata, dan membuka hati.
Melupakan semua yang ada di belakangku, dan mencoba meraih kehidupan baru.

Termasuk melupakan ke -patah hati- an ku.

Katanya obat patah hati paling ampuh adalah jatuh cinta.
Read more ...

Rabu, 16 Desember 2015

sudah bukan Mahasiswi

Karena terbiasa sendiri, aku gak merasa aneh duduk diantara orang-orang yang gak aku kenal
Kursi wisuda diacak
Aku sama sekali ga lihat orang yang aku kenal disekitarku
Tapi aku cuek aja. Aku selfie dengan toga dan wajah sok manis, pasang DP bbm kali aja ada yang mau update ucapin selamat.

Tiba saat nya upacara wisuda
Yah kampusku dikenal sebagai kampus sejuta umat, wisuda aja rame nya bukan main, sampe dapet rekor MURI segala lagi saking ramenya.
Yang dipanggil siapa, yang maju siapa
Pokoknya yang penting semua mahasiswa dan mahasiswi naik ke panggung, dipindahin tali toganya trus balik ke tempatnya semula.

Dikampusku setelah upacara wisuda ada konser dari band terkenal gitu -kata mereka terkenal-
Aku mulai bertemu dengan teman yang aku kenal, tapi aku hanya numpang berdiri bareng. Tidak ikut nyanyi, tidak ikut wefie. Hanya menunggu sampai konser gajelas ini selesai dan kemudian segera lari keluar untuk pulang.

Setelah diperbolehkan pergi, aku bergegas keluar tanpa pamit kepada teman-temanku yang sedang sibuk selfie
Aku mencari Papa dan Mamaku di kursi orang tua

"Hai papa, mama" kusapa mereka seraya memeluknya
"Ih papa tadi mau fotoin kamu, pas disebut nama kamu yang muncul dilayar bukan muka kamu, gimana sih?"
"Haha, maklum lah pa, mahasiswanya ada puluhan ribu.. hahaha"

Kemudian aku menarik mereka untuk pulang
Tiba-tiba ada bbm masuk

'Heyy! Kamu dimana? Kita diluar nih?'

Ahhh. Teman-teman kantorku ternyata sudah ada didepan gedung

'Kamu tunggu didepan lobby aku kesana'

Aku segera bergegas menuju lobby. Kulihat mereka bergerombol.

'Haiii, selamat yaaa udah wisudaa' ucap mereka seraya memberikan boneka, bunga, dan hadiah khas wisudaan lainnya.

'Ah kalian ini romantis banget, untung aku belum pulang..'

Lalu kami mulai foto-foto bersama
Tidak lama, ada telepon masuk.

'Hai an kamu dimana? kita didepan nihhh'

Moodbooster banget. Sahabat SMA juga sudah ada di sini.

'Aku di lobby kalian dimana?'

'Depan tangga'

Aku celingak-celinguk dan aku lihat dua orang dengan baju Pink

'HAIII!' Teriakku.

Mereka juga sudah membawakan aku boneka wisuda dengan nama lengkapku disana

Kemudian kita foto-foto

Dan sedih banget, sebenernya masih pengen bareng tapi harus pulang, karena teman-teman kantor harus segera balik kerja

'Nanti kita ketemuan lagi ya, aku traktir. tapi nanti abis gajian.. aku kabarin'

Akhirnya aku berpisah dengan sahabat SMA ku

Kemudian kembali ke Cikarang dan makan di sana dengan teman-teman kantorku.
Read more ...

Minggu, 15 November 2015

Pertemuan terakhir

Sudah sekian waktu berlalu,
Begitu banyak kegiatan yang sudah aku lalui.
Aku dijuluki orang sibuk. Memang sibuk. 

Sekarang aku ke Jakarta, mengikuti pameran seni tari
Aku senang menari, walau aku gak terlalu lentur.
Aku memandangi semua penari-penari itu
Ada yang anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang tua.
Aku memejamkan mataku. Menikmati alunan suara dan membayangkan aku menari di sana.

Lamunanku buyar saat riuh tepuk tangan mulai terdengar
Ah, pameran sudah selesai. Dengan berat hati aku pulang

* * * * *

Aku menyalakan motorku.
Sejak pagi motor ini kutinggal, agak susah nyala mungkin dia ngambek ya?
Kunyalakan sekali lagi dan motorku menyala

"Kasian juga kamu sama aku ya?? jangan ngambek lah, yuk kita jalan-jalan"

Saat aku hendak keluar, aku tertegun memandang seseorang diujung sana
Aku tidak yakin itu siapa, tapi perasaanku gak enak.
Tidak mungkin aku tetap disini, aku tetap menjalankan motorku

"Duh, itu apa ya? begal atau apa? tapi kalau begal masa sendirian sih"

Ucapku berjalan pelan, dan motor itu berjalan dibelakangku
Aku berdoa dalam hati, dan tancap gas untuk ngebut
Motor itu ikut ngebut. Seketika itulah aku tahu siapa orang itu, karena ciri khas suara knalpotnya yang alay

Tiba-tiba motor itu membalapku dan dia menghentakkan gas nya, kemudian melaju kencang
Kulihat plat nomornya, dan benar, itu dia

Sesampainya dirumah aku merenung
Aku mengernyitkan dahi, bingung.
Sudah sekian lama, tapi dia masih membuntutiku.
Heran kenapa dia bisa tau aku ada disitu.

Kuperiksa handphoneku
Apa ada aplikasi tersembunyi yang terintregasi dengan dia sehingga bisa menginformasikan dimana aku dan sedang apa aku pada nya?
Tapi entah mengapa, aku merasa itu akan menjadi pembuntutan terakhir yang dia lakukan terhadapku. Dia akan pergi secepat dia ngebut dengan motornya tadi.

Tiba-tiba aku ingat sesuatu hal.
Aku buka lemari. Dan langsung mengambil sebuah kotak yang sangat aku sayang dulu.
Kubuka kotak itu dengan gamang.

Kuambil barang-barang yang ada disitu.
Nota makan malam pertama kali, tiket nonton, surat, boneka, kotak cokelat, bunga, powerbank, charger, gantungan, gunting kuku, sarung tangan, dan masih banyak hal disitu.

Perlahan aku gunting semua yang bisa digunting, sampai jadi bagian terkecil.
Aku masukkan kedalam plastik sampah, aku keluar dan membuang semua sampah itu, beserta kenangannya.

Aku tersenyum.
Aku tidak lagi bersedih.
Aku sudah menyembuhkan luka ku sendiri.
Aku siap untuk menjalani hidup baru ku, tanpa ada bayang dia lagi.

Read more ...

Senin, 07 September 2015

Segera Wisuda

"Hey! Pulang kantor kemana?"
"Kuliaaahh"
"Ah kuliah mulu, main kek!"

Aku tersenyum sambil berlari.
Waktu menunjukkan pukul 5.25 sore dan aku bikin janji dengan dosen pembimbing jam 5.30
Aku pusing membayangkan jalanan macet yang tidak memungkinkan 5 menit aku sudah sampai kampus.

Aku menyelesaikan tugas akhirku sendiri, tanpa bantuan siapapun.
Mulai dari cari buku, ngetik, cari bahan, ngejer dosen ke berbagai kota, jilid, ngecilin toga yang besar banget, cari kebaya, cari salon, pokoknya semuanya.
Aku gatau gimana yang lain, tapi sepengelihatan aku, minimal mereka ngerjain berdua, dengan temannya, bapak ibunya, atau pacarnya mungkin, atau calon suami, atau mungkin suaminya.

Sekarang pertemuan terakhir ku dengan dosen, setelah sidang dan revisi, aku harus minta tanda tangan di lembar pengesahan.
Karena terlalu banyak kerjaan akhirnya aku telat sampai kampus.

Aku mulai chat dosen ku via whatsapp

 'Bu, masih bisa terima mahasiswi kan bu'
 'Nggakkkk.'
 'Ah ibu jangan gitu lahhh..'
 'Salah sendiri kenapa telat??'

Ah aku tau aku dikerjain pasti
Akhirnya langsung kuketok saja pintu dan kulihat dosen ku sedang duduk sambil ngemil -entah apa-.

Kutodong ibu dosen yang cantik dan baik itu sebuah tanda tangan di lembar keramat.
Segera setelah ditanda tangan, aku pun berlari kegirangan.

Girang karena kelelahanku sudah berakhir. Aku akan wisuda 3 bulan lagi

Mengingat wisuda aku tertegun pada sebuah memori pahit tentang sebuah janji
Seketika aku mengalihkan pikiranku

"AKHIRNYA WISUDA!!!"

Aku merasa aneh ketika aku sadar ada seseorang memperhatikan ku iba
Ternyata aku sedang teriak-teriak memegang lembar tanda tangan dengan muka sok diplomatis seperti sedang membacakan Proklamasi.
Read more ...

Jumat, 21 Agustus 2015

Sidang

Aku berdiri didepan cermin.
Penampilan ku sangat formal hari ini.
Kemeja Putih, dasi hitam, rok hitam, sepatu pantopel hitam, dengan blazer.
Yang gak cocok adalah tasnya.
Aku memakai tas ransel besar.
Kenapa?

Didalam tas ada Laptop dan 3 buku tugas akhir yang tebal.
Ya, aku sidang hari ini.

Aku merasa percaya diri karena tugas akhir ku benar-benar kukerjakan sendiri.
Kuperhatikan wajahku dan kantung hitam dibawah mataku.

"Semangat! Kamu pasti bisa!"

Kuperiksa sekali lagi isi tas ku
Ku pastikan lembar penguji, pengesahan sidang, kartu mahasiswa, buku tugas akhir semua sudah ada di tas ku.

"Sudah siap?"

"Siap"

"Oke gue kerumah sekarang"

Seseorang menawarkan ku mengantar sidang.
Tak lama bunyi klakson terdengar didepan rumah.

"Maaaa aku berangkat yaaa"

Kubuka pintu mobil dan meletakkan tas ku yang berat itu dibelakang

"Selamat pagi cantik.."

"Ah, masi pagi, jangan ngegombalin anak orang"

"loh kok gombal, gombal itu bohong, kalau ini jujur"

"Lebay lo..."

Aku mulai membuka materi dan membaca-baca ulang

"Jangan dibaca terus ntar malah ngeblank"

"Emang gitu ya?" Kuletakkan kembali buku tugas akhir ku dan mulai memandangi jalanan

"Lo lucu banget kalau lagi bengong gitu"

"Bisa fokus nyetir aja gak?"

Setelah itu kami sibuk mencari jalan karena belum pernah ketempat itu sebelumnya.
Akhirnya kami sampai juga di lokasi
Kulihat banyak orang yang sudah berkeliaran di gedung itu
Aku jadi semakin nervous. Tiba-tiba aku agak lupa materi yang aku baca

"Good luck ya, gue yakin lo bisa. Anak pinter kayak lo gamungkin gagal sidang kecil kayak gini doang"

"Bisa aja, oke gue masuk ya. Ntar kalau gue udah kelar gue telpon lagi" Ujarku seraya pergi.

Aku masuk dan mencari ruangan yang tertera di kartu wisuda ku.
Tiba-tiba ada penerima tamu yang mengarahkan aku untuk masuk.
Aku masuk ke ruangan disitu tugas akhir kami di cek satu persatu, dan kita harus foto dulu untuk Ijazah
Aku benci pasfoto, karena pasti akan aneh dan rambutku kacau
Kemudian kudengar namaku dipanggil dan aku menuju tempat foto.

"Siap ya satu, dua, tigaa" kemudian cahaya foto muncul
"Pak, saya mau lihat dong pak fotonya" 
Setelah aku lihat hasilnya sangat gak puas. Poniku pisah-pisah 
"Pak boleh ulang gak?"
Akhirnya foto diulang lagi. saat aku liat hasilnya sekarang senyum aku yang maksa
"Pak ulang lagi pak"
"Waduh, 1 jepret 25 ribu ya?"
Aku difoto sekali lagi. Begitu kuliat hasilnya tetep gak memuaskan. Tapi yang antri sudah banyak
"Udah deh pak makasih"

Kemudian aku menuju ruangan sidangku.
Aku duduk menunggu namaku dipanggil, aku belajar lagi sambil membunuh waktu.


Tiba-tiba di ujung ruangan, namaku dipanggil
Aku berdiri dan merasakan lutut yang lemas
Aku grogi, aku masuk dan kulihat 2 orang penguji.
Satu cewe, terlihat ramah dan baik.
Satu lagi cowo, terlihat judes

"Selamat siang pak, bu"
"Siang, silakan persiapkan tugas akhirnya"

Aku membuka laptop, menyerahkan buku tugas akhirku kepada 2 dosen penguji, menyalakan LCD dan mencolokkannya ke laptop.
Tiba-tiba hal tidak kuinginkan terjadi.
Kursor aku lari kesana kemari
Aku lupa, jika diconnect ke LCD pasti kursornya lari, harus pake mouse.
Aku terdiam dan hampir menangis.

"Bisa dimulai?"
"Bisa pak." Dengan gamang aku tekan F5 pada keyboard ku untuk menampilkan slide show.
Dan aku mulai menerangkan isi TA ku. Lancar, namun banyak yang tidak kusampaikan karena aku kepikirian mouse ku.
"Sekian pak , bu untuk tugas akhir saya" Aku menyudahi tugas akhirku, berharap dosen penguji tidak menanyakan programku, karena aku tidak bisa mengoperasikannya.
"Loh, programnya mana?" Seketika aku lemas. gak mungkin penguji gak nanyain keseluruhan materi. 
"Pak, Bu, saya tidak bisa buka programnya karena laptop saya jika dicolok ke LCD kursornya kabur"
"Loh kamu udah tau gitu kenapa gak kamu bawa mouse?"
"Saya baru sadar tadi pak"
"Kamu gak prepare ya? Sekarang saya kasih kamu waktu 2 menit untuk cari mouse keluar"

Aku berlari keluar ruangan untuk cari mouse
Tapi tidak ada satu orangpun yang bawa. aku tidak yakin mereka tidak bawa atau tidak mau pinjamin, karena mereka juga mau sidang.
Kuambil handphone dari kantong, menghubungi temanku itu.

"Plis angkat plis...." Tapi tidak juga diangkat
 Ku ketikkan sms dengan cepat

'woy dimana, tolong cariin gue mouse, sidang bisa gagal nih gara gara ini'

Aku telpon lagi, gak diangkat juga
Aku hampir menangis menuju ruangan sidang

"Pak, Bu, saya gak dapat mouse nya. saya akan coba presentasikan sebisa saya"
Aku mulai berusaha menguasai kursor yang lari kesana kemari, menjelaskan satu persatu, Dosen penguji yang cewe tidak tega mungkin dan akhirnya mempersilakan aku menyudahi presentasiku

Kemudian saatnya penguji menanyakan pertanyaan
Dosen yang cewe melontarkan pertanyaan yang mudah, hanya menggali materi yang sudah aku buat
Dosen yang cowo, kritis banget. Dia nanyain program yang aku buat.

"Kamu buat program dulu baru manualnya ya?"
"Nggak pak, saya buat manualnya dulu"
"Coba kamu buka report manual dengan report program"

Aku membuka report yang aku buat
'Ah, remed dah ni gue' Aku bergumam dalam hati. report manual dan report program hasilnya beda!

"Kamu liat kan hasilnya beda? jadi kamu jujur, buat manual nya dulu apa programnya dulu?"
"Saya buat manual dulu pak, saya inget banget karena ini saya yang buat sendiri"
"Manual dulu apa program dulu??" Tiba-tiba aku inget kata dosen pembimbing ku. kalau Dosen nyecer kamu walau kamu benar, salahkan aja diri kamu. 
"Ya pak, saya buat program dulu"
"Nah kan, lain kali gak boleh ya kayak gitu, buat dulu manual nya baru programnya"
Aku mengangguk kalah. Aku rasanya ingin menangis disitu saat itu juga

"Oke mba, gak apa-apa kok. Sidangnya udah selesai ya. Mba bisa keluar sekarang, nanti ditunggu hasil sidangnya dua minggu, jika lulus langsung dapat undangan wisuda."

Kuambil lembaran sidang dari tangan dosen itu, kemudian pergi keluar dengan lunglai
Aku tidak melihat teman-temanku yang juga sidang saat itu, jadi aku gakbisa teriak-teriak untuk menumpahkan kekesalanku
Kemudian aku melihat ada satu mahasiswi yang menangis sambil memegang lembaran sidang
Aku kepo dan bertanya kepada orang disekitarnya

"Mba itu kenapa dia nangis?"
"Iya mba sidangnya gagal"
"Hah emang ketauan gagal enggak nya dari mana??"
"Itu lembaran sidang kalau ditanda tangan oleh kedua dosen tandanya mereka setuju untuk lulusin, tapi kalau gak ditanda tangani tandanya harus remed"
Seketika aku membuka lembaran yang tadi aku ambil dari dosen dan aku melihat kedua dosen menandatangani nya!! 

Lupa bilang makasih ke mba yang tadi udah kasi info, aku lari keluar gedung, aku ingin segera pulang karena lega akhirnya sidang sudah terlewati.

* * * * *

"Sori yah sori, tadi gak liat telepon"

"Gak apa-apalah gue udah lulus ini,kalau sampai tadi gak lulus berarti semua salah lo"

"Lah lo yang gak prepare kok jadi gue yang salah?"

Aku tertawa, tertawa karena membayangkan wisuda

"Makan dulu yuk?"

"yuk, gue traktir sebagai ucapan terima kasih karena udah anterin"

"Kalau makasih jangan pake traktir"

"Trus pake apa?"

"Pake........ hmmmm gak usahlah makasih-makasih gue tulus kok"

"Oh yaudah"

"lah kok lo lurus amat yaudah aja traktir lah!"

"Nggak lah, tawaran berlaku sekali. kalau ditolak berarti angus"

"Yaaaaaahhh. Gue turunin nih ya disini"

"Turunin aja kalau tega?"

"Yaudah nggak, ayolah makan laper"

Akhirnya kita makan dan aku tetap gak traktir~
Dengan perasaan lega aku makan, aku seneng banget karena kelelahanku sudah berakhir,
Jerih payah gak sia-sia..
Sebentar lagi aku gak sibuk-sibuk kuliah lagi,
Yuhuuu!!

* * * * *

Keesokan harinya komentar penguji sudah bisa dilihat
Aku kaget banget, ternyata dosen penguji utama itu yang cewe, yang cowo ternyata cuman dosen asissten, tapi galak gitu.

Komen dari dosen cewe : "Perbaiki/tambahkan materi yang masih kurang"
Komen dari dosen cowo : "buat lap keu manual Neraca Saldo, AJP, NSD, Neraca Lajur sesuai dengan SAK jangan bikin zahirnya dulu baru manualnya.."

Aku tertawa, segalak-galaknya tetep aja aku dilulusin dan gak ngomel banget kok
Mereka cuma nyecer tapi gak jahatin aku.

Thank you Bapak dan Ibu Dosen !
Read more ...

Kamis, 26 Maret 2015

On The Road Again

"Eh lo menang tiket konser?" Tanya ku kepada temanku setelah melihat update IG nya
"Iyaaaa"
"Gimana caranya kok bisaaa?"
"Ikut kuis, nih.." Dia kasih aku link kuis dari Simpati LOOP.

Kuisnya gampang banget, tinggal jawab 20 pertanyaan seputar one direction dan dijawab berkali-kali sebanyak mungkin untuk kumpulin point.
Kalau menang dapet dua tiket. Aku sama adikku akan berangkat.
Akhirnya aku bergegas pergi keluar sama adikku beli kartu simpati loop, mulai mendaftar dan mulai main.

"Ah gampang ini mahhh"
Aku mulai asik ngerjain soal-soal itu.
Makin lama, informasi soal kuis one direction ini mulai meluas.
Akhirnya banyak juga yang mulai ikut kuis, tapi karena aku masih duluan, nilai ku masih jauh di jajaran atas dan aku optimis pasti menang.

Sampai sehari sebelum tutup kuis, aku masih ada di posisi teratas. Jadi aku santai.
Tiba-tiba di hari terakhir saat aku main game, Mama mulai marah

"Kamu main laptop terus!"
"Tanggung ma"
"Biarin ya kalau main terus gabakalan menang tuh kuisnya"
Adikku hampir mau nangis, seketika aku menyudahi main laptop dan mulai beres-beres rumah
Aku suruh adikku juga beres-beres. Habis itu aku buka laptop lagi

Dan betapa kagetnya aku, POSISIKU TERGESER JAUH DAN NYARIS GA KEBAGIAN KUOTA TIKET.
Aku langsung teriak-teriak panik dan adikku juga panik

"Bawa semua laptop, hape, tab, kita ke mcD sekarang wifian!!"

Akhirnya kita pergi ke mcD dan memainkan kuis itu.
Dan alangkah gilanya, hanya tinggal 2 jam terakhir aku terancam tidak akan memenangkan lomba
Dengan panik dan gradak gruduk kita mainin game nya.
Adikku mau nangis , mimpinya ketemu band idola kandas.

Sampai sudah mau jam 12 malam aku bilang sama adikku

"De, kita durhaka kayaknya ngelawan mama, kalah nih udah, kita udah kelewat, udah gak dapet kuota, udah kita minta maaf ama mama, lupain konsernya ya"

Adikku merengut sedih kecewa galau gitu

"Kak plis beliin tiketnya..."

"Udah jangan dipikirin, lupain aja. Jangan diberhalain tiketnya, kalau jodoh gak kemana"

Akhirnya kita pulang dengan galau, di rumah mama udah nungguin.
Kita pelukin mama dan minta maaf, sekaligus minta restu supaya dapet durian runtuh dari langit biar bisa ikut konser
Mama keliatan sedih nyesel gitu karena tadi marahnya nyumpahin gakdapet tiket

* * * * *

Sesampai aku dikantor , aku menyalakan komputerku.
Langsung yang kebuka adalah web kuis one direction.
Karena selama seminggu lebih aku harus ikutan kuis makanya aku jadiin home page.
Iseng, aku kerjakan kuis itu dua kali, kemudian aku close dan mulai kerja.
Kemudian hari berjalan seperti biasa

* * * * *

Telepon masuk, dari temanku yang udah menang kuis
Ah, pasti dia mau tanya aku berhasil apa enggak.
Aku angkat telponnya

"Nge, lu udah liat pengumuman?"
"Kalah udah gue"
"eh nama lo ada! coba lo cek deh, gue juga takutnya salah"
"Ah serius lo?"
"yee masa gue ngerjain, jahat banget udah cek cepet!"

Dengan tangan gemetar aku buka web quiz dan buka menu score dan WOW!
Aku menang! aku dapet tiket! dua tiket!!!!
Aku telpon lagi temanku

"Ngeee nama gue ada iya bener kok bisa gitu ya? "
"Kayaknya nge, tiketnya masih sisa gitu, trus dia ambil nilai tertinggi setelah nilai yang jam 12 itu, lo sempet main gak besokannya?"
"Iya gue main dua kali"
"Nah ya itu scorenya lo jadi nya menang, karena kan orang-orang pada udah gak buka tuh.."
"Ya ampunn untung gue buka ya"
"See  you at the concert ya !!"

Dengan terburu buru aku hubungi adikku untuk ngabarin kalau kita dapat tiketnya
Di balik telepon dia teriak-teriak kegirangan

* * * * *

Kita udah di bis, jalan ke GBK.
Konser jam 8 Malem, jam 12 kita udah berangkat.
Niat emang, supaya gak macet.
Sesampainya di GBK, kita masuk dari pintu -entahlah pintu berapa-
Kita muter-muterin GBK dan gaktau harus masuk lewat mana, udah capek dan lelah banget akhirnya kita naik ojek. mahal banget, ojeknya satu orang 30.000 , kayaknya gue ditipu deh.

Trus sampe di pintu masuk yang bener ternyata ujan
Akhirnya gue beli jas ujan dadakan disana.
Dan kita masuk ke antrian

Karena punya pengalaman konser, aku mulai ngajakin adikku untuk nge-cheat #halah

"Ren lo inget ya, kita kan di festival F, pasti jauh banget dari panggung. Begitu masuk, lo jangan langsung masuk ke Festifal F, kita masuk dulu ke Festival A. Kalau diusir, baru kita ke Festival F, bilang aja kita gak tau.. Kalau gak diusir kan untung kita bisa lebih deket panggung"
Adikku mengangguk mantap.

Gak lama temanku telpon
"Lo dimana??"
"Gue udah ngantri"
"yah kita dibelakang"
"Yaudah ketemu didalem yaa"

Setelah berjam-jam panas-panasan nunggu, akhirnya pintu dibuka
Kita berlari-larian untuk masuk ke GBK
Setelah scan barcode, orang-orang mulai berhamburan ke areanya masing-masing
Hujan saat itu, Memang ada orang yang menjaga tapi aku lihat semua orang masuk tidak ada yang diperiksa.

Aku mulai berlari ke arah Festival A, tiba-tiba adikku menarik tanganku
"Kak ini festival F!"
Aku melotot tapi kayaknya dia gak lihat pelototanku
"Kak ini festival F nya kak! mau kemana ini tuh tulisannya Festival F!"
Aduhhh.. adikku gak sadar juga aku mau teriak takut kedengeran,
Tiba-tiba datang orang yang kayaknya panitia
"Coba liat gelangnya mba"
dengan semangat adikku menunjukkan gelangnya
"Festival F masuk disini mba."

Akhirnya dengan lemas -aku doang, adikku sih semangat- kami masuk ke Festival F
Pengen aku omelin adik aku tapi percuma ngomel sekarang karena gak bakal kedengeran

* * * * *

Kami sudah berkumpul di Festifal F, juga bersama temanku yang sama-sama menang kuis
Akhirnya konser dimulai
Pelan-pelan keluar para lelaki tampan dari balik panggung.
Harry dengan rambut nya yang diikat, Louis dengan kaos tanpa lengan yang robeknya sampe pinggang, Liam dengan gaya khas dengan Kemeja kotak-kotak dan Niall dengan gaya natural
Tapi yang paling aku penasaranin gak ada , Zayn, katanya sih sakit...

Aku gak gitu menganggap mereka tampan sih sebelumnya, tapi begitu liat langsung mereka ganteng banget dan suaranya bagus banget!!!!



Selama konser banyak banget duka nya
Orang didepan alias di Festival D, ngalangin pake tangannya
Orang dibelakang gue teriak kenceng banget pas dikuping gue dan dorong-dorong gue ampe gue hampir jadi satu ama pager pembatas.
Tapi gak apalah emang itu suka dukanya konser
Yang penting bisa ketemu idola , gratis lagi!!

* * * * *

Setelah kelar konser, kita pulang, tapi ternyata pulang dari konser ada berita gak bagus.
Zayn keluar dari one direction.
Gue sih belum terlalu naksir banget ama 1D, tapi kaget juga karena 1D tuh identik banget ama Zayn,
Tapi adik gue dan teman gue yang udah fanatik, mereka nangis kejer, bikin gue pengen ikutan nangis..


Sedih gitu
Mereka sampe gak bisa berkata-kata saking sedihnya


Ya aku doain, semoga di tanggal 1 April semua pada bikin video April Mop!!!!


Read more ...

Minggu, 01 Februari 2015

Sang penurut

Dengan terpaksa kuangkat teleponku.
Aku butuh istirahat, namun deringan ini serasa membuat ku gila.

"Izinkan aku datang kesitu, melihat keadaanmu, aku tidak ingin menyesal nanti"
"Maksud mu aku bakal mati?"
"Jangan bicara seperti itu!!"
"Trus maksud kamu tidak ingin menyesal??"
"Mungkin ini akan jadi terakhir kalinya aku bisa merawat mu saat sakit"
"Aku sudah bilang, pergi, gak perlu ada perpisahan! Disini banyak yang merawatku, aku tidak butuh kamu"

Kudengar tangisnya dibalik telepon.
Kusudahi panggilannya.
Menggenggam Ponsel ku saja lemas, apalagi mendengar tangisnya.

Handphone ku berbunyi tanda pesan masuk
"Aku janji gak akan menghubungimu lagi, kesembuhanmu yang paling penting, aku mohon"

Kenapa dia memohon aku sembuh?
Kalau aku bisa, sudah kulepas semua peralatan yang menempel ditubuhku ini, dan aku lari dari tempat ini
Memakan semua makanan yang aku mau, main kemanapun aku bisa
Kesembuhan hanya dari Tuhan, bung.

Perlahan air mataku menetes.
Pembicaraan tadi membuatku mengingat saat terakhir kali dia memperhatikanku saat aku sakit.
Dia tidak akan membiarkanku berangkat kerja dan pergi kekampus sendiri.
Dia akan telepon aku setiap jam makan untuk memastikan aku tidak makan pedas.
Bahkan sering dia datang hanya untuk memberikan makanannya, yang dia bilang sehat.
Aku cepat sembuh, mungkin karena gembira diperhatikan.

Tapi tidak kali ini,
Aku tidak ingin dia memperhatikanku
Dia lah yang menyebabkan ini terjadi, penyakit tidak disembuhkan oleh virus itu sendiri, tapi oleh obat
Kali ini, bukan dia obatnya.

Tiba-tiba handphone ku berbunyi lagi
"Aku ingin membawakan semua hal ini ketempatmu, tapi kamu tidak mengizinkan ku. kamu baca artikel ini ya. Disitu dijelaskan semua apa aja yang bisa bikin kamu cepat sembuh. Bilang ke semua yang mau jenguk kamu, untuk bawain itu"

Aku kembali menangis
Bisakah hentikan semua ini? 

"Kalau kamu terus menerus hubungi aku, aku pastikan aku tidak akan bisa pulang"

Tidak lama, status online di jendela chat nya menghilang. 
Kuperhatikan terus sampai beberapa menit, tidak juga online.
Aku tersenyum hambar,
Dia selalu begitu, menuruti apapun keinginanku yang penting aku sehat dan tersenyum.
Read more ...