Sabtu, 26 Desember 2015

Lebih Dekat

Kalian tau peribahasa "Don't judge a book by its cover?"

Aku sering denger banyak peribahasa, tapi gak pernah menganggap itu penting
Sampai peribahasa itu kejadian.

Kita sebagai manusia, pasti akan lebih dulu tertarik dengan penampilan luar.
Boleh kok menilai penampilan luar, gak salah. Tapi jangan penampilan luar itu juga menjadi penilaian keseluruhan hidupnya itu gak baik!

Bertemanlah dengan siapa aja, ramahlah kepada siapa aja, berbuat baiklah kepada siapa aja, bagaimanapun mereka.
Soal nanti mereka bagaimana, baru kita bisa menilai.

Yang lebih bahaya, kalau kita baru kenal dari luarnya aja, tapi kita kayak yang udah tau gimana orang itu, sikapnya, sifatnya, perilakunya, dan udah jadiin itu bahan obrolan. No, No. Itu gak baik
Biasakan menjalin pertemanan lebih dekat dulu, baru komentar itupun kalau perlu.

Jangan sampe kalian nyesel -kayak aku-
Menilai orang yang terlihat baik, taunya gak baik
Menilai orang yang terlihat gak baik, ternyata baik.
Kan selain nyesel, merasa berdosa juga.

Aku suka sama orang, dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun
Bahkan namanya sempat bertengger terus di doaku tiap malam,
Cuman minta kesempatan sama Tuhan, supaya bisa deket.
Supaya pada akhirnya bisa terbalas perasaannya, atau mungkin sekedar ngasitau kalau aku suka
Bertahun-tahun aku -seakan- memuja dia, dan seakan kehidupan dia tuh OK banget dan patut diperjuangkan, dan bertahun-tahun itu juga gue buang waktu gue sia-sia.

Setiap gue patah hati ama pacar, gue akan balik suka sama ni orang.
Tapi gak pernah ada kesempatan deket
Didoain lagi, dan mungkin Tuhan capek kali yaa denger doa aku
Sampe akhirnya, aku dikasi kesempatan untuk deket sama dia.
Dan bener aja. Orang yang bertahun-tahun aku lihat baik,
Ternyata...... jauh dari baik yang aku kira.
Dalam waktu sekejap, aku udah bisa ilfeel karena sikapnya yang sama sekali ga mencerminkan orang baik
Cuman waktu itu aku bandel, kayak tetep yakin dia gak bener-bener kayak gitu
Dan masih tetep berusaha doain,
Tapi kayaknya, cukup deh memaksakan diri menilai orang yang positif seperti kesan pertama dulu, kalau sekarang aku udah lihat kenyataan kalau orang itu ya gak positif-positif amat

Kita juga belum tentu luar dan dalam sama, dan kita pasti juga bakal komplen kan kalau ada orang yang komentarin kita buruk, pasti kita bilang
"Yailah tuh orang kenal gue juga enggak, udah ngejudge aja!"
Nahhh..
Aku bilang gitu karena aku juga gitu.
Orang yang gakenal aku , pasti bilang aku jutek, cuek, sombong.
Padahal aku kalau udah kenal, aku gak sombong, tapi setelan muka aku kalau diem emang jutek banget, tapi kalau lagi gak ngapa2in harus senyum kan aneh... -pegel juga-

Lakukan juga hal itu pada diri kita guys.
Jangan asal komentar kalau kita belum kenal Lebih dekat....
Read more ...

Jumat, 18 Desember 2015

Obat Patah Hati

Setelah sekian lama aku menutup diri dari dari siapapun, dari apapun, menjalani hidup hanya mengikuti arus, akhirnya aku memutuskan untuk kembali mewarnai hidupku.

Aku memilih untuk berhenti memejamkan mata, dan membuka hati.
Melupakan semua yang ada di belakangku, dan mencoba meraih kehidupan baru.

Termasuk melupakan ke -patah hati- an ku.

Katanya obat patah hati paling ampuh adalah jatuh cinta.
Read more ...

Rabu, 16 Desember 2015

sudah bukan Mahasiswi

Karena terbiasa sendiri, aku gak merasa aneh duduk diantara orang-orang yang gak aku kenal
Kursi wisuda diacak
Aku sama sekali ga lihat orang yang aku kenal disekitarku
Tapi aku cuek aja. Aku selfie dengan toga dan wajah sok manis, pasang DP bbm kali aja ada yang mau update ucapin selamat.

Tiba saat nya upacara wisuda
Yah kampusku dikenal sebagai kampus sejuta umat, wisuda aja rame nya bukan main, sampe dapet rekor MURI segala lagi saking ramenya.
Yang dipanggil siapa, yang maju siapa
Pokoknya yang penting semua mahasiswa dan mahasiswi naik ke panggung, dipindahin tali toganya trus balik ke tempatnya semula.

Dikampusku setelah upacara wisuda ada konser dari band terkenal gitu -kata mereka terkenal-
Aku mulai bertemu dengan teman yang aku kenal, tapi aku hanya numpang berdiri bareng. Tidak ikut nyanyi, tidak ikut wefie. Hanya menunggu sampai konser gajelas ini selesai dan kemudian segera lari keluar untuk pulang.

Setelah diperbolehkan pergi, aku bergegas keluar tanpa pamit kepada teman-temanku yang sedang sibuk selfie
Aku mencari Papa dan Mamaku di kursi orang tua

"Hai papa, mama" kusapa mereka seraya memeluknya
"Ih papa tadi mau fotoin kamu, pas disebut nama kamu yang muncul dilayar bukan muka kamu, gimana sih?"
"Haha, maklum lah pa, mahasiswanya ada puluhan ribu.. hahaha"

Kemudian aku menarik mereka untuk pulang
Tiba-tiba ada bbm masuk

'Heyy! Kamu dimana? Kita diluar nih?'

Ahhh. Teman-teman kantorku ternyata sudah ada didepan gedung

'Kamu tunggu didepan lobby aku kesana'

Aku segera bergegas menuju lobby. Kulihat mereka bergerombol.

'Haiii, selamat yaaa udah wisudaa' ucap mereka seraya memberikan boneka, bunga, dan hadiah khas wisudaan lainnya.

'Ah kalian ini romantis banget, untung aku belum pulang..'

Lalu kami mulai foto-foto bersama
Tidak lama, ada telepon masuk.

'Hai an kamu dimana? kita didepan nihhh'

Moodbooster banget. Sahabat SMA juga sudah ada di sini.

'Aku di lobby kalian dimana?'

'Depan tangga'

Aku celingak-celinguk dan aku lihat dua orang dengan baju Pink

'HAIII!' Teriakku.

Mereka juga sudah membawakan aku boneka wisuda dengan nama lengkapku disana

Kemudian kita foto-foto

Dan sedih banget, sebenernya masih pengen bareng tapi harus pulang, karena teman-teman kantor harus segera balik kerja

'Nanti kita ketemuan lagi ya, aku traktir. tapi nanti abis gajian.. aku kabarin'

Akhirnya aku berpisah dengan sahabat SMA ku

Kemudian kembali ke Cikarang dan makan di sana dengan teman-teman kantorku.
Read more ...