Dia mengajakku -atau mungkin aku paksa mengajakku- makan siang karena aku sudah terlanjur menunda janji makan siangku dengan teman kantor.
Aku adalah cewek yang terplanning
Setiap buat janji, pasti sangat berpengaruh ke semua schedule ku selama sebulan
Jadi kalau sampai ada yang batalin, aku kesel banget apalagi kalau aku juga batalin janji ke orang.
Akhirnya, sampailah kami disini
Di sebuah meja makan lebar dan berudara panas
Merasa awkward
Berani banget aku makan sama orang yang gak aku kenal?
Tiba tiba terjadi sedetik penyesalan
Namun terhenti saat dia memulai pembicaraan
"Tadi gue tanya sama temen lo dibawah, soalnya gue lupa gak ada paket internet"
"Tadi yang telpon gue itu nomer lo?"
"Enggak kok"
Kemudian kami terlibat percakapan ala ala baru kenal yang kebanyakan basa-basi, sampe akhirnya waktu pun mengusir kami kembali ke pekerjaan kami masing-masing
Sesampainya di ruangan aku mengirimkan pesan
'Lumayanlah ya tadi ngobrolnya, gue gak terlalu banyak usaha nyari bahasan'
Tak lama masuk balasan
'Hey nona, aku yang berusaha!!'
Aku tersenyum.
Read more ...
Aku adalah cewek yang terplanning
Setiap buat janji, pasti sangat berpengaruh ke semua schedule ku selama sebulan
Jadi kalau sampai ada yang batalin, aku kesel banget apalagi kalau aku juga batalin janji ke orang.
Akhirnya, sampailah kami disini
Di sebuah meja makan lebar dan berudara panas
Merasa awkward
Berani banget aku makan sama orang yang gak aku kenal?
Tiba tiba terjadi sedetik penyesalan
Namun terhenti saat dia memulai pembicaraan
"Tadi gue tanya sama temen lo dibawah, soalnya gue lupa gak ada paket internet"
"Tadi yang telpon gue itu nomer lo?"
"Enggak kok"
Kemudian kami terlibat percakapan ala ala baru kenal yang kebanyakan basa-basi, sampe akhirnya waktu pun mengusir kami kembali ke pekerjaan kami masing-masing
Sesampainya di ruangan aku mengirimkan pesan
'Lumayanlah ya tadi ngobrolnya, gue gak terlalu banyak usaha nyari bahasan'
Tak lama masuk balasan
'Hey nona, aku yang berusaha!!'
Aku tersenyum.
