"Hey! Pulang kantor kemana?"
"Kuliaaahh"
"Ah kuliah mulu, main kek!"
Aku tersenyum sambil berlari.
Waktu menunjukkan pukul 5.25 sore dan aku bikin janji dengan dosen pembimbing jam 5.30
Aku pusing membayangkan jalanan macet yang tidak memungkinkan 5 menit aku sudah sampai kampus.
Aku menyelesaikan tugas akhirku sendiri, tanpa bantuan siapapun.
Mulai dari cari buku, ngetik, cari bahan, ngejer dosen ke berbagai kota, jilid, ngecilin toga yang besar banget, cari kebaya, cari salon, pokoknya semuanya.
Aku gatau gimana yang lain, tapi sepengelihatan aku, minimal mereka ngerjain berdua, dengan temannya, bapak ibunya, atau pacarnya mungkin, atau calon suami, atau mungkin suaminya.
Sekarang pertemuan terakhir ku dengan dosen, setelah sidang dan revisi, aku harus minta tanda tangan di lembar pengesahan.
Karena terlalu banyak kerjaan akhirnya aku telat sampai kampus.
Aku mulai chat dosen ku via whatsapp
'Bu, masih bisa terima mahasiswi kan bu'
'Nggakkkk.'
'Ah ibu jangan gitu lahhh..'
'Salah sendiri kenapa telat??'
Ah aku tau aku dikerjain pasti
Akhirnya langsung kuketok saja pintu dan kulihat dosen ku sedang duduk sambil ngemil -entah apa-.
Kutodong ibu dosen yang cantik dan baik itu sebuah tanda tangan di lembar keramat.
Segera setelah ditanda tangan, aku pun berlari kegirangan.
Girang karena kelelahanku sudah berakhir. Aku akan wisuda 3 bulan lagi
Mengingat wisuda aku tertegun pada sebuah memori pahit tentang sebuah janji
Seketika aku mengalihkan pikiranku
"AKHIRNYA WISUDA!!!"
Aku merasa aneh ketika aku sadar ada seseorang memperhatikan ku iba
Ternyata aku sedang teriak-teriak memegang lembar tanda tangan dengan muka sok diplomatis seperti sedang membacakan Proklamasi.
Read more ...
"Kuliaaahh"
"Ah kuliah mulu, main kek!"
Aku tersenyum sambil berlari.
Waktu menunjukkan pukul 5.25 sore dan aku bikin janji dengan dosen pembimbing jam 5.30
Aku pusing membayangkan jalanan macet yang tidak memungkinkan 5 menit aku sudah sampai kampus.
Aku menyelesaikan tugas akhirku sendiri, tanpa bantuan siapapun.
Mulai dari cari buku, ngetik, cari bahan, ngejer dosen ke berbagai kota, jilid, ngecilin toga yang besar banget, cari kebaya, cari salon, pokoknya semuanya.
Aku gatau gimana yang lain, tapi sepengelihatan aku, minimal mereka ngerjain berdua, dengan temannya, bapak ibunya, atau pacarnya mungkin, atau calon suami, atau mungkin suaminya.
Sekarang pertemuan terakhir ku dengan dosen, setelah sidang dan revisi, aku harus minta tanda tangan di lembar pengesahan.
Karena terlalu banyak kerjaan akhirnya aku telat sampai kampus.
Aku mulai chat dosen ku via whatsapp
'Bu, masih bisa terima mahasiswi kan bu'
'Nggakkkk.'
'Ah ibu jangan gitu lahhh..'
'Salah sendiri kenapa telat??'
Ah aku tau aku dikerjain pasti
Akhirnya langsung kuketok saja pintu dan kulihat dosen ku sedang duduk sambil ngemil -entah apa-.
Kutodong ibu dosen yang cantik dan baik itu sebuah tanda tangan di lembar keramat.
Segera setelah ditanda tangan, aku pun berlari kegirangan.
Girang karena kelelahanku sudah berakhir. Aku akan wisuda 3 bulan lagi
Mengingat wisuda aku tertegun pada sebuah memori pahit tentang sebuah janji
Seketika aku mengalihkan pikiranku
"AKHIRNYA WISUDA!!!"
Aku merasa aneh ketika aku sadar ada seseorang memperhatikan ku iba
Ternyata aku sedang teriak-teriak memegang lembar tanda tangan dengan muka sok diplomatis seperti sedang membacakan Proklamasi.
