Sudah sekian waktu berlalu,
Begitu banyak kegiatan yang sudah aku lalui.
Aku dijuluki orang sibuk. Memang sibuk.
Sekarang aku ke Jakarta, mengikuti pameran seni tari
Aku senang menari, walau aku gak terlalu lentur.
Aku memandangi semua penari-penari itu
Ada yang anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang tua.
Aku memejamkan mataku. Menikmati alunan suara dan membayangkan aku menari di sana.
Lamunanku buyar saat riuh tepuk tangan mulai terdengar
Ah, pameran sudah selesai. Dengan berat hati aku pulang
* * * * *
Aku menyalakan motorku.
Sejak pagi motor ini kutinggal, agak susah nyala mungkin dia ngambek ya?
Kunyalakan sekali lagi dan motorku menyala
"Kasian juga kamu sama aku ya?? jangan ngambek lah, yuk kita jalan-jalan"
Saat aku hendak keluar, aku tertegun memandang seseorang diujung sana
Aku tidak yakin itu siapa, tapi perasaanku gak enak.
Tidak mungkin aku tetap disini, aku tetap menjalankan motorku
"Duh, itu apa ya? begal atau apa? tapi kalau begal masa sendirian sih"
Ucapku berjalan pelan, dan motor itu berjalan dibelakangku
Aku berdoa dalam hati, dan tancap gas untuk ngebut
Motor itu ikut ngebut. Seketika itulah aku tahu siapa orang itu, karena ciri khas suara knalpotnya yang alay
Tiba-tiba motor itu membalapku dan dia menghentakkan gas nya, kemudian melaju kencang
Kulihat plat nomornya, dan benar, itu dia
Sesampainya dirumah aku merenung
Aku mengernyitkan dahi, bingung.
Sudah sekian lama, tapi dia masih membuntutiku.
Heran kenapa dia bisa tau aku ada disitu.
Kuperiksa handphoneku
Apa ada aplikasi tersembunyi yang terintregasi dengan dia sehingga bisa menginformasikan dimana aku dan sedang apa aku pada nya?
Tapi entah mengapa, aku merasa itu akan menjadi pembuntutan terakhir yang dia lakukan terhadapku. Dia akan pergi secepat dia ngebut dengan motornya tadi.
Tiba-tiba aku ingat sesuatu hal.
Aku buka lemari. Dan langsung mengambil sebuah kotak yang sangat aku sayang dulu.
Kubuka kotak itu dengan gamang.
Kuambil barang-barang yang ada disitu.
Nota makan malam pertama kali, tiket nonton, surat, boneka, kotak cokelat, bunga, powerbank, charger, gantungan, gunting kuku, sarung tangan, dan masih banyak hal disitu.
Perlahan aku gunting semua yang bisa digunting, sampai jadi bagian terkecil.
Aku masukkan kedalam plastik sampah, aku keluar dan membuang semua sampah itu, beserta kenangannya.
Aku tersenyum.
Aku tidak lagi bersedih.
Aku sudah menyembuhkan luka ku sendiri.
Aku siap untuk menjalani hidup baru ku, tanpa ada bayang dia lagi.
