Rabu, 11 Januari 2017

Hanya perlu bersyukur

Dia adalah sosok pejuang cinta sejati, menanti cinta nya tanpa kenal lelah. Dia adalah pemerhati pujaan hatinya, dia terlihat selalu mendampingi sebisa mungkin, dia begitu menanti kabar, dia sangat berharap dapat dibalas pesannya, dia sangat romantis, dia sangat suka memuji, dia seperti pujangga cinta, yang menulis setiap kisahnya, setiap detailnya, mungkin agar dia ingat bagaimana perjuangannya, dan dia tahu betul apa yang dia sukai, dia yang selalu punya trik untuk menghabiskan waktu bersama, dia yang melakukan hal-hal mengejutkan agar terlihat special, dia yang selalu berkomunikasi, dia tahu momen apa yang sangat dia sukai saat bersama,

Dia, dia yang penuh cinta, dahulu, dengan orang lain, saat dia tidak mengenalku.

Aku?
Ya, memang aku yang kini ada di sisinya.
Namun bukannya aku tidak bahagia, aku sangat bahagia, dia adalah sosok yang memang layak untuk dicintai.

Tapi, jika dahulu -seandainya benar- dia lebih dari ini, kurasa ada yang ganjil di benakku.


Aku tahu betul dia mencintaiku, bahkan dia sangat  mencintaiku

Tapi bagaimana dia menunjukkan rasa cinta itu, tidak seperti dahulu dia tunjukkan ke orang lain itu.
Dia yang sekarang lebih cuek, lebih simple, tidak puitis, tidak ekspresif, tidak pamer, 
Aku berpikir, mungkin karena dia sekarang memang sudah jauh lebih dewasa, beda dengan dulu.

Sebenarnya, aku hanya perlu bersyukur.

Aku hanya perlu mengingat bagaimana dia sangat merindukanku saat kita jauh sekian lama, dibandingkan bersedih-sedih saat dia begitu cuek saat aku mencari perhatian lewat chat

Aku hanya perlu mengingat bagaimana dia mendoakan masalahku, dibandingkan aku kesal saat aku ingin cerita tapi dia sibuk, tidak fokus, dan tidak ada waktu

Aku hanya perlu mengingat bagaimana dia menangis menatap mataku, dibandingkan aku bersedih-sedih saat dia tidak ingin mengupload apapun tentangku, memujiku, menulis sesuatu tentang apa yang ia sukai dariku

Aku hanya perlu mengingat bagaimana dia memikirkan masa depan bersamaku, dibandingkan aku galau saat dia tidak menyiapkan sesuatu di hari ulang tahunku

Aku hanya perlu mengingat bagaimana dia marah saat sinyal terganggu selagi meneleponku, dibandingkan aku sedih saat dia tidak mengabariku sama sekali

Aku hanya perlu mengingat akan apa yang aku dapat sekarang, dan apa yang kami jalani berdua, dibandingkan semua yang dia lewati dahulu

Memang rasa syukur ini sangat sulit dijalani, apabila aku selalu membandingkan nya dengan hal lain, yang -menurutku- lebih baik.
Dan aku seharusnya yakin, apa yang dia lakukan sekarang terhadapku, itu jauh lebih baik dari yang ia lakukan dahulu bersama orang lain. 
Aku hanya perlu menguatkan hatiku sendiri, aku hanya perlu mengurangi rasa cemburu, dan sifat kekanakanku

aku hanya perlu, Bersyukur.

Bersyukur atas kehadirannya, yang kini sedang berjuang agar dia bisa hadir selamanya dalam pagi dan malamku.
Read more ...