Senin, 22 Februari 2016

Sebuah Renungan Kecil

Kuperhatikan semua history chat yang ada di Handphone ku.

Ternyata aku gak sendiri-sendiri banget.
Aku aja yang menyendirikan diriku.
Dan memang, aku yang memilih jalan seperti ini.

Ternyata banyak orang silih berganti yang mengisi hariku.
Walau aku ramah terhadapnya, tapi aku tidak menaruh hati.
Karena itulah satu persatu mulai menjauhiku.

Ternyata memang bukan mereka yang salah
Aku selalu memandang mereka aneh karena menjauh
Aku tidak tahu kebaikan hati itu menimbulkan cinta

Tapi aku tetap sombong, karena aku juga tidak mau salah
Aku hanya belum siap jatuh cinta kala itu.
Read more ...

Selasa, 16 Februari 2016

Tersentak

Kupandangi langit-langit kamarku
Semenjak lulus, aku jadi banyak waktu kosong
Namun tidak terlalu banyak yang aku pikirkan

Cuma satu hal yang ada di benak ku
Aku ingin memulai suatu lembaran baru
Benar-benar baru
Seperti membuat kisah baru,
Ya; jika hidupku adalah novel, aku ingin membuat novel baru dengan cerita yang berbeda

Kubuka laptopku dan mencoba mengeluarkan yang ada di benakku
Beberapa bulan yang lalu aku ingin berhenti kerja di tempat ku yang sekarang dan mencari yang baru
Sepertinya ini saat yang tepat karena aku sudah lulus Kuliah

Aku mulai mengupdate CV dan lamaran ku,
Dan mengirimkan nya ke sejumlah perusahaan lewat situs lowongan online

Setelah itulah aku mulai sibuk menghadiri interview-interview di beberapa perusahaan

* * * * *

"Kamu besok interview lagi di jakarta? Pulangnya aku anter ya??"

Kata temanku.

Sambil memutar mata aku tertawa
Aku bukan orang yang begitu suka dimodusin
Tapi aku pikir daripada aku pulang ribet naik angkutan umum, ada baiknya juga aku terima tawaran itu.

Tanpa pernyataan lain aku pun mengiyakan
"Oke deh, jemput di samping gedung aja ya"

Aku selesai interview pukul 2 siang dan segera mengabari temanku itu
Dia izin pulang cepat -untuk mengantar aku pulang-

"Aku didepan"
Segera aku berlari dan mencarinya

Begitu melihatnya, aku merasa aku terlalu konyol kemarin, menerima tawarannya.
Jakarta-Cikarang dengan motor, kayaknya tidak lebih baik dibanding Angkutan Umum (Bus)
Aku meringis membayangkan pegal selama 2 jam kedepan

"Hey? Mukanya kenapa galau gitu?"

"Gapapa bayangin naik motor pegel juga ya"

"Hahaha tenang aja ntar dijalan kan bisa ngobrol biar gak pegel"

Hmmm. Bukan ide yang bagus, pikirku.
Kalau ngobrol dimotor, akan makin pegel
Karna aku harus berusaha keras denger dia ngomong apa, sementara jalanan ramai dan dia pake helm.

* * * * *

Ditengah perjalanan, kami berhenti untuk makan
Lucu alasannya
Bukan karena tau aku lapar
Tapi karena dia kesal aku gak pernah jawab pertanyaan dia selama perjalanan

Kemudian aku mulai makan
Aku heran kenapa ya nasi padang itu enak banget?
Aku makan dengan fokus, tanpa memperdulikan apa alasan temanku tadi
Aku tidak memulai pembicaraan apapun
Hanya makan

Tibatiba dia batuk
Batuk yang dipaksakan
Kulihat dia ingin berbicara, tapi tidak jadi
Sampai akhirnya dia bertanya

"Gimana tadi?"
"Apanya?"
"Hasil interview"
"Oh diterima kok puji Tuhan"
"Asik ya..."

Aku tetap melahap makanan

"Aku suka sama kamu"
Langsung aku batuk
Mencari minum ternyata aku belum pesan minum
Aku cari air mineral ku di tas
Segera aku minum dan berhenti makan

"Eh maaf aku salah ya?"
"Hah? Salah apa ya"
"Bisa dijawab gak?"
"Jawab yang mana?"
"Ya tadi, aku suka sama kamu"

Aku mikir
Emang itu pertanyaan? Sampe aku harus jawab?

"Ooooh kamu suka aku, iyaaa aku tau. Karena, banyak yang suka sama aku ga kamu doang, berarti kamu normal kayak yang lain. HAHAHAHAHAHHA"

Aku tertawa, karena aku sedang bercanda.
Sedetik kemudian muka dia berubah
Oh dia lagi serius?
Lagian apasih kok lagi tanya hasil interview tiba tiba bilang suka?
Aku jadi kesal karena nasi padangku masih ada separuh porsi tapi suasana sudah gak enak

"Heh! Kamu kenapa? Makan kali lah! Aku laper nih"
Sok sok mencairkan suasana dan aku lanjut makan
Dia mulai minum dan mengelap keringatnya

Ah aku benci situasi ini
Situasi teraneh adalah harus menjawab pertanyaan semacam itu
Kenapa sih harus ada suka-suka an sementara bisa berteman?
Kalau udah gini kan jadi rusak?

Setelah aku selesai makan, tiba tiba dia berdiri, membayar makanannya dan mengajak ku pulang

* * * * *

Aku terdiam memandang kosong ke foto yang tergantung di dinding
Melihat sosok wajahku sewaktu SMA
Dulu aku gak tau tuh cinta-cinta an
Tapi sekarang masalahnya cinta-cinta an terus

Aku tertawa
Aku sudah terbiasa kehilangan teman yang kecewa kalau udah terlibat urusan perasaan sama aku
Padahal aku gak terlalu baik sama orang-orang
Apa yang harus disukain dari aku?

Perlahan aku ketik nomer sahabatku dan mulai menelepon nya

Menceritakan kejadian yang sebelumnya kualami

"Yaaa lo tau gak sih, orang kalau lagi jatuh cinta itu gak bisa diajak bercanda yaa? Masa gitu aja marah??"

"Hahaha, emang jawaban lo itu bercanda? Berarti kalau serius sebenernya lo juga suka??"

"Hhhhh gak juga sih, jawaban seriusnya juga gue tetep gamau cinta-cinta an dulu hahahaha"

"Gue tau lo tuh sebenernya mau cinta-cinta an, tapi lo belum mau membuka hati"

"eh??" Aku terdiam tibatiba mendengar katakatanya dibalik telepon

"Woy? Diem 10 detik lagi mikir ya? Bener kan yang gue bilang?? HAHAHAHA"

Duh. Gede banget ketawanya

"Iya iya bisa jadi, tapi gak sama cowo pemarah ah, trauma gue trauma hahaha"

"Kayaknya dalam sejarah segalak-galaknya cowo lo tetep galakan lo dehhhh"

"Ah tau ahhhhhhh udah ya gue mau mandi byeee"

Aku memandang layar handphone
Berpikir sejenak, merenungi apa katakata sahabatku tadi

Apa ini saatnya untuk aku kembali jatuh cinta?

Read more ...

Minggu, 14 Februari 2016

Segalanya telah berubah

Malam valentine

Kami pergi makan ke pujasera.
Aku suka banget makan sate padang. 
Menurutku, sate padang disitu sate padang paling enak yang pernah ku makan.

Begitu turun dari mobil, aku langsung menuju ketempat sate padang.
Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil namaku.

Aku memalingkan wajah.
Dan kulihat seseorang melambaikan tangannya dan berteriak ke arahku

"Ah dia lagi..."
Kakiku melangkah ke arah nya. Bukan karena aku memang ingin menghampirinya
Tapi karena aku terlanjur menoleh.

Sesampainya disitu dia mengulurkan tangannya.
Dengan berat hati kujabat tangannya. Panas.
"Kamu kemana aja sih, gak ada kabar gitu. Gak boleh gitu sama temen." dia tidak melepaskan genggamannya
Kutarik tanganku cepat
"Kamu mau kemana? Udah Makan? Ayuk makan sama aku?"
"Aku pergi dulu yaaa mau makan sate padang daaaahhhh"

Aku berlari kepada abang sate padang dan memesan satu porsi.
Setelah pesan, aku langsung jalan kedalam, dimana teman-teman aku juga sudah menunggu. 

Dalam hati aku senang, 
Mengapa?
Karena aku tidak merasakan sesuatu perasaan apapun.
Perasaan sedih, luka, ataupun rindu.
Aku tersenyum puas, karena luka hatiku telah benar-benar pulih.

Tidak lama pesananku datang.
Dengan mata berbinar aku menerimanya dan memakannya dengan lahap

"Heyyy lo kenapaaa? Kayak orang gakpernah makan aja"

Aku tertawa

"Emang gakpernah makan!! lo tau kan walau udah makan gue akan selalu belum makan kalau ada makanan. Hahahaha"

"Apa karna besok valentine yaaa udah dapet gebetan baru yaa?"

"iya doong, nih gebetannya lagi aku makan.. Sate Padaaang.."

Semua tertawa.
Aku anggap tawa mereka adalah ucapan selamat padaku.
Walau mereka sama sekali tidak tahu mengapa aku seperti ini.
Read more ...