Sudah 10 menit dia menelepon Danny -kekasihnya- namun tidak diangkat.
Dipandanginya jam tangannya, menunjukkan pukul 9 malam
"Sudah malam, aku harus gimana nih?"
Dengan putus asa Sarah memandangi ban motor nya yang bocor, sambil berpikir untuk mendorong motornya atau tidak
Tidak masalah bagi nya untuk mendorong motor, yang jadi masalah adalah waktu sudah malam dan dia merasa tidak aman.
"Kutelepon Danny sekali lagi, kalau tidak diangkat juga aku dorong motor ini!"
Sarah mulai mengetik nomor Danny dan meneleponnya. Tidak ada jawaban, Sarah tetap menunggu karena dalam hatinya dia juga tidak ingin mendorong motornya, sampai tiba-tiba dari kejauhan datang seseorang.
"Hei sarah! Ban motornya bocor? Didepan sana ada tambal ban!" Tegur Josua, teman kerja Sarah, teman kerja dan teman dekat Danny juga.
"Ya aku tau Josh, tapi lumayan jauh dan aku agak takut dorong motor sendiri"
"Sini biar aku aja yang dorongin"
"Serius? Thanks ya"
Joshua meninggalkan motornya di minimarket dekat situ. Kemudian Sarah dan Joshua berjalan menuju tukang tambal ban. Di jalan Joshua mulai bercerita
"Sebenarnya, yang kayak gini-gini tukang tambal ban sengaja menyebar paku di pinggir jalan, makanya ga lama setelah ban bocor, pasti ada tukang tambal ban"
"Serius Josh? Ngeselin banget ya, mereka ngerugiin orang untuk nguntungin diri sendiri!!"
"Yah namanya juga tuntutan hidup"
Sarah mengernyit, apa jangan jangan Joshua mantan tukang tambal ban?
Akhirnya mereka sampai dan menambal ban, Sarah agak cuek karena malas mendengar cerita Joshua tadi, dia merasa dirugikan
"Sar, senyum"
Sarah tersenyum dengan terpaksa. Setelah selesai, Joshua membayar kepada tukang tambal menyerahkan kunci motor kepada Sarah.
"Berapa josh?"
"Santai aja, aku bayarin. Anggap aja permintaan maaf tukang tambal ke kamu, supaya kamu gak jutek lagi sama mereka"
"Hah? Kamu aneh banget sih, hahaha. Yaudah aku traktir makan aja yuk, udah makan?"
"Nah itu boleh, yuk!"
Mereka akhirnya pergi ke tempat makan yang masih buka di malam itu, makan dan bercerita. Tiba-tiba sarah ingat Danny, dan mengecek handphone nya. Tetap belum ada respon. Memang Sarah tidak sms. Tapi missed call nya pun tidak ada respon. Sarah menghela nafasnya. Danny selalu begitu, hilang dan tak ada kabar.
"Yaudah balik yuk Josh, udah jam 10 nih. Aku kemaleman"
"Anter aku ke minimarket yang tadi ya, kan motorku disana"
"Oke"
Kemudian Sarah mengantarkan Joshua ke minimarket tersebut dan pulang
Sesampainya dirumah, Sarah mengecek handphone nya.
Ada 1 sms, mungkin dari Danny.
Sarah membuka nya, ternyata dari Josh.
'Sarah, terimakasih ya udah traktir dan ngobrol sama aku, aku gak tau kenapa aku harus berterima kasih, tapi aku merasa senang karena bisa bareng sama kamu, walau cuma sekedar ngobrol dan bercanda'
Sarah bingung, apa maksud Joshua. Dia membalaskan pesan nya
'Maksud kamu Josh? Biasa aja kali..'
Tak lama masuk pesan
'Aku gak pernah bermimpi bisa sedekat tadi dengan kamu, dan itu baru terjadi hari ini'
Dengan perasaan bingung Sarah menjawab
'Josh kamu hanya membantuku menambal ban, dan aku hanya traktir makan. Jangan berlebihan'
Sarah kemudian mematikan handphone nya dan tidur.
* * * * *
Keesokan harinya, Sarah berangkat kerja.
Saat masuk ke gedung kantor dia berpapasan dengan Danny yang keluar dari gedung
"Hai Dan" sapaan Sarah terhenti karena Danny hanya meliriknya dan melengos pergi keluar.
Sarah bingung karena seharusnya dia lah yang marah karena tadi malam Sarah sama sekali tidak direspon.
Tiba-tiba dia teringat sms Josh semalam.
Apa Danny marah karena hal itu?
Tapi Sarah kan belum memberitahukan nya?
Atau Josh yang bercerita?
Ah biar sajalah, Sarah masuk ke ruangan kerjanya dan menyalakan komputernya
"Sar, aku taro berkas di meja ya" kata Elaine
"Berkas apa el?"
"Dari Josh, itu tambahan"
Sarah memandang berkas itu, tapi tidak dibukanya. Mungkin setelah makan siang aja dia buka
Tiba-tiba datang Danny dan duduk di meja nya. Meja kerja Danny dekat dengan Sarah
Sarah mulai memanggilnya
"Danny! Oi! Kamu kenapa?"
"Aku gak apa2. Nanti siang makan bareng ya"
Sarah mengangguk. Sarah selalu seperti itu. Walau marah dan kesal, kalau ketemu Danny akan hilang amarahnya.
Tiba jam makan siang, Danny mengajak Sarah makan di kantin
"Ayo sayang kita makan"
Sarah agak bingung apa dia ga tau semalam aku menelepon dia meminta pertolongan?
Sesampainya di tempat makan, Sarah mulai bertanya
"Dan, kamu ga cek handphone mu?"
"Belum sempat, kenapa?"
"Semalam aku minta tolong ban motor ku bocor, jam 9 malam tapi kamu tidak angkat2"
"Maaf sayang, kamu tau kan handphone aku agak ngadat. Jadi gimana semalam?"
"Yah, aku dibantu Josh" Sarah menjelaskan dengan tidak semangat karena Danny seperti memandang enteng kejadian semalam. Sementara Sarah tidak ingin marah marah terus
"Coba aku pinjem handphone mu?"
Sarah memberikan handphone nya. Danny mengambil dan menyalakannnya.
Sarah cuek dan makan, dia pikir tak perlu ada yang dicurigain di handphone nya.
Segera setelah handphone Sarah menyala, ada SMS masuk.
"Aku harus sedih gak ya?" Ujar Danny
Sarah kaget menatap Danny yang berkaca-kaca. Dan dia teringat setelah dia sms Josh semalam, dia langsung mematikan handphone. Mungkin itu sms dari Josh
"Ada apa sayang? Coba aku lihat handphone nya?"
Sarah mengambil handphone nya dan melihat sms Josh disitu
'Tapi aku bisa merasakan kamu senang aku bantu'
Ashhh. Joshua aneh banget. Bisa-bisa nya dia sms seperti itu. Dan seharusnya aku juga memastikan dulu sms Josh terakhir apa agar dia tidak sms lagi
"Sayang, kamu sedih? Kamu boleh marah, tapi apa harus kamu marah sama aku? Aku tidak berbuat salah. Kamu tidak bisa aku hubungi. Joshua membantu aku jg bukan karena aku hubungi dia, tapi dia kebetulan lewat. Aku traktir dia makan memang karena aku mau bilang makasih aja, itu sebabnya. Coba kamu bisa aku hubungi, gak perlu Josh yang bantu aku" terang Sarah
"Iya , aku tidak kesal sama kamu. Aku kesal dengan Josh. Dia teman baik ku. Tapi kenapa bisa-bisanya dia sms kamu kayak gitu?"
Danny tidak menyelesaikan makannya. Dia pergi ke kasir untuk membayar makanannya dan menunggu Sarah selesai makan, kemudian kembali ke ruangan kerjanya.
Sesampainya di ruangan kerja, Sarah menatap berkas yg tadi diberikan Josh
Dan dia lihat, memang itu kerjaan yang harus sarah kerjakan, tapi belum pernah ada sebelumnya.
Sarah menelepon extension Josh
"Halo josh?" Ujar sarah. Danny seketika menengok dan memperhatikan
Ah, Danny cemburu. Pikir Sarah.
"Josh aku mau tanya, kenapa berkas ini datang dari kamu dan baru sekarang kamu kasih?"
"Gak apa2 itu memang tanggung jawabku. Mungkin sekarang aku yang akan mengurus berkas2 itu sebelum aku berikan ke kamu"
"Oke thanks"
"Sarah tunggu!"
"Apa?"
"Sms ku? Dibaca Danny?"
"Sudah dulu ya" Sarah mematikan telepon nya. Dia tidak mau membicarakan hal diluar kerjaan dengan telepon kantor.
Tak lama telepon berdering. Sarah tidak mengangkatnya. Dia pikir itu Josh
"Sarah angkat teleponnya" ujar Danny
"Halo? Kenapa harus telepon?"
"Tadi Joshua ngomong apa?"
"Aku cuma tanya kerjaan aja sama dia"
"Dia tidak menanyakan yang lain?"
"Enggak"
"Oke" Danny mematikan telepon nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar