Sarah melanjutkan pekerjaan nya dan tidak mengambil pusing,
silakan saja kalau Danny mau marah. Yang penting Sarah tidak melakukan
kesalahan apapun. Hingga jam pulang, Sarah tidak ngobrol dengan Danny, seperti
yang biasa dia lakukan.
Sarah membereskan barang-barangnya, mematikan computer dan
bersiap pulang.
Saat hendak bergegas , dia melihat meja Danny sudah bersih.
“El, Danny mana? Udah balik?”
“Kayaknya udah deh, tadi kayaknya buru-buru gue liat” jelas
Elaine
Sarah gak melihat kapan Danny pergi, kemudian pergi keluar
kantor. Sesampainya diluar dia melihat Danny sedang bersama Joshua. Tidak
seperti sedang melabrak, namun muka keduanya terlihat serius. Sarah berpikir
untuk menghampiri mereka, namun mengurungkan niatnya. Tak mau ambil pusing
dengan masalah yang dia sendiri tidak merasa membuatnya
Sarah pulang, segera menuju kamarnya yang nyaman dan
tertidur. Tengah malam, ia terbangun dan terkejut melihat 15 missedcall dan 28
unread messages. Semuanya dari Danny, ia mencari dimana Sarah. Sarah mengetik
balasan untuk Danny
‘Hai dan, sorry aku pulang kerja langsung tidur’
Tak lama terlihat status Danny menjadi online. Namun tidak
ada balasan
‘Dan, I know you read my chat, just reply it’
Online lagi, tidak dibalas
‘Aku gak ngerti lagi sama kamu dan, selalu ilang gak jelas’
Kali ini tidak delivered. Sarah benar-benar kesal, akhirnya
memutuskan untuk kembali tidur.
Keesokan harinya, Sarah dan Danny bertemu sepulang kerja.
Mereka pergi ke tempat makan yang biasa mereka singgahi, untuk ngobrol serius,
karena suasananya enak dan nyaman.
“Dan, aku rasa kita sudahin aja ya. Soalnya aku capek, tiap
hari aku harus pusing cari kamu dimana, kamu ngapain, aku butuh kamu gak ada,
pusing aku Dan, perasaan aku juga udah gak nyaman”
“Kamu kenapa ngomong kayak gitu?”
“Ya karna ini yang aku rasain”
“Apa harus putus?”
“Ya aku gak punya jalan lain, aku gak yakin kamu berubah karena udah sering banget, apalagi walau aku marah kamu tetep ulang lagi. Trus hal-hal kayak gitu bisa memicu berantem juga, kayak Josh jadi bantuin aku lah, apa lah. banyak lagi lah hal-hal yang mungkin bisa terjadi gara-gara itu”
“Apa harus putus?”
“Ya aku gak punya jalan lain, aku gak yakin kamu berubah karena udah sering banget, apalagi walau aku marah kamu tetep ulang lagi. Trus hal-hal kayak gitu bisa memicu berantem juga, kayak Josh jadi bantuin aku lah, apa lah. banyak lagi lah hal-hal yang mungkin bisa terjadi gara-gara itu”
Danny memandang kosong, kemudian melanjutkan obrolan
“Oke, aku gak mau memaksa kamu jika sudah gak nyaman” Ujar
Danny. Jawaban Danny ngebuat Sarah kaget. Dia gak ada usaha untuk membuat Sarah
nyaman, atau meminta maaf, atau berusaha jadi lebih baik, Danny hanya setuju
atas keputusan Sarah. Sarah baru inget, Danny adalah tipe orang yang nurut,
tidak mau memperpanjang masalah, tapi Sarah gak nyangka kalau dalam hal ini
juga Danny nurut.
Akhirnya Sarah pulang, dengan galau. Dia mulai menyesali
keputusannya, tapi tidak mau mengatakan kepada Danny kalau dia menyesal. Sarah
melanjutkan aktivitasnya, terkadang nangis kalau lagi galau banget, kadang
pergi main sama teman-teman biar lupa kalau dia lagi galau.
Tiba-tiba….
GEDEBUKKK!!!!!!!!
GUE KEBANGUN!! DENGAN AIR MATA DI PIPI GUE!
Ternyata, Serentetan kejadian dari Tambal Ban sampe Putus
Cinta itu semuanya MIMPI…
Itulah mimpi. Aneh, gak nyambung
Gue bisa mimpiin hal-hal yang gak masuk di akal gue,
BTW, Sarah, Danny dan Joshua adalah nama samaran.
Kenyataannya Sarah itu gue, sisanya yaaaa isi sendiri aja lah yaaaa
Tapi gue serius bangun tidur tuh gue nangis -_-
Itulah mimpi. Aneh, gak nyambung
Gue bisa mimpiin hal-hal yang gak masuk di akal gue,
BTW, Sarah, Danny dan Joshua adalah nama samaran.
Kenyataannya Sarah itu gue, sisanya yaaaa isi sendiri aja lah yaaaa
Tapi gue serius bangun tidur tuh gue nangis -_-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar