"Santai, santai.. selama 8 tahun itu gue gak menjomblo sih sebenarnya, tetep pacaran sama orang lain"
Tapi dari tatapan mata Nana, masih keliatan kalau dia masih bingung kenapa gue bisa setia banget suka sama orang.
"Apa yang bikin lo sampe rela ngabisin waktu buat nungguin dia?"
"Yaaa, karna dia tipe gue bangeeet, dia anak Tuhan, pelayanan, dewasa, tinggi, ganteng, orang batak, pinter, relasinya luas yaa banyak lah hal-hal lain yang gue suka"
Sebenarnya masih banyak hal yang gue gak tau tentang dia, sebut saja David. Karena selama 8 tahun suka sama dia, gue gapernah deket sama dia. baru memasuki tahun ke 9 inilah gue mulai deket sama dia.
"Ya gue doain laaah ya semoga jodoh"
"walaaah kalau sampe jodoh, gue bikin novel nih kisah cinta gue!!!!" tiba-tiba gue senyum-senyum sendiri
* * * *
Malam hari gue mengingat bagaimana pertama kali gue bisa jatuh hati sama David. Gue masih inget banget waktu dulu gue ngeliat dia, gue langsung mengidolakan dia. Bukan cinta pada pandangan pertama, tapi karena dia emang cocok di idolakan -menurut gue waktu itu-
Gue cukup berani, 8 tahun lalu, gue chat dia duluan di facebook, gue coba-coba sms basa basi, kalau ada kesempatan gue minta foto.. sebenernya gak lebih kayak artis dan fans nya, tapi gue seneng aja, dan gue tetep simpen perasaan gue dalam hati dan yakin kalau gue bener-bener suka sama dia, dan berharap dia yang bisa jadi masa depan gue #halaaah!
Bahkan dulu, gue simpen foto dia di dompet, gue suka ajak omong tu foto, gue bayangin kalau gue sama dia udah deket banget, dia jemput gue dirumah buat dinner, dia sms dan telpon gue dan semacamnya. berkhayal kalau dia udah jadi pacar gue.
Cuma khayalan, khayalan itu terjadi bertahun-tahun, bahkaaaan saat gue punya pacar!!
Seringg banget gue berantem sama mantan pacar gue yang terakhir karena dia.
Karena gue selalu berpikir, semua pacar yang gue sukain, gak tipe gue banget, tipe gue itu cuma David, David, dan David. titik, gak ada koma.
Kadang, gue gamau deket sama orang, cuman karena gue berkhayal David ini lagi suka sama gue, dan gue takut David mundur karena liat gue deket sama orang lain,, oh MAN! segininya gue menjaga hati gue demi dia.....
Bahkan, setiap malam, gue mendoakan dia.
* * * *
"Kriteria cewe gue??" David mengernyitkan dahinya, mempersiapkan jawaban dari pertanyaan gue
"Gak banyak, cukup berwawasan luas dan cantik. Gak salah dong gue kalau mau punya cewek cantik??"
Gue tertawa, yaaah, dikit-dikit gue bisa masuk dalam kriteria itu lah, gue lumayan pinter kok and gak malu-maluin banget kalau dibawa kemana-mana
"Udah punya gebetan yang sesuai kriteria lo??"
"Yahh, sejauh ini sih enggak ya"
Yash! tandanya gue gapunya saingan, tapi sedihnya lagi, berarti David gak lagi nyukain gue.
Tapi seenggaknya, ada -sedikit- harapan
Selanjutnya, ada beberapa banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh teman-teman lain kepada David, yang membuat gue mendengar banyak hal tentang pacaran menurut pandangan dia,
Yang semakin meyakinkan gue kalau dia bener-bener tipe gue, bener-bener orang yang gue cari, dan gue rasa kalau sama dia, gue bisa bahagia.
Penasaran, gue melontarkan pertanyaan dengan berani
"Sebenernya, kalau cewe ngedeketin lo, lo ilfeel gak?"
"Ya tergantung, kalau ngeganggu, ya ilfeel. tapi kalau nggak ya bisa jadi gue jadi suka juga ama dia"
Gue berpikir keras, berarti dia gak keganggu ama gue, buktinya dia mau ajak gue nongkrong bareng -yaaah walaupun ramerame-
Yaaa sebenernya sih dia pasti gatau kalau gue suka sama atau ngedeketin dia, karena gue gak pernah nunjukkin sama dia dan siapapun soal perasaan gue. Orang yang gaktau gue, ga akan tau kalau gue suka sama dia karena sikap gue bener-bener gak nunjukkin kalau gue suka sama dia.
Karena itu, terlintas lagi pertanyaan buat dia -tentang perasaan gue ke dia-
"Gimana caranya, misalnya gue suka sama cowo, dan gue pengen cowo itu yang deketin gue?"
"Lo cukup kasi dia kode, sekalii aja, nanti tu cowo bakal gerak"
Hemmm, apa mungkin karena gue gak pernah kasih kode, makanya dia gak deketin gue??
Ah, terlalu banyak menghayal. Mending gue sudahin pertanyaan omong kosong ini sampai disini, daripada terlalu banyak khayalan yang bertambah di hari ini.
Malam ini kembali berakhir, dengan sejuta perasaan yang mengambang dan khayalan yang berkeliaran di otak gue.
* * * *
"Kriteria cewe gue??" David mengernyitkan dahinya, mempersiapkan jawaban dari pertanyaan gue
"Gak banyak, cukup berwawasan luas dan cantik. Gak salah dong gue kalau mau punya cewek cantik??"
Gue tertawa, yaaah, dikit-dikit gue bisa masuk dalam kriteria itu lah, gue lumayan pinter kok and gak malu-maluin banget kalau dibawa kemana-mana
"Udah punya gebetan yang sesuai kriteria lo??"
"Yahh, sejauh ini sih enggak ya"
Yash! tandanya gue gapunya saingan, tapi sedihnya lagi, berarti David gak lagi nyukain gue.
Tapi seenggaknya, ada -sedikit- harapan
Selanjutnya, ada beberapa banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh teman-teman lain kepada David, yang membuat gue mendengar banyak hal tentang pacaran menurut pandangan dia,
Yang semakin meyakinkan gue kalau dia bener-bener tipe gue, bener-bener orang yang gue cari, dan gue rasa kalau sama dia, gue bisa bahagia.
Penasaran, gue melontarkan pertanyaan dengan berani
"Sebenernya, kalau cewe ngedeketin lo, lo ilfeel gak?"
"Ya tergantung, kalau ngeganggu, ya ilfeel. tapi kalau nggak ya bisa jadi gue jadi suka juga ama dia"
Gue berpikir keras, berarti dia gak keganggu ama gue, buktinya dia mau ajak gue nongkrong bareng -yaaah walaupun ramerame-
Yaaa sebenernya sih dia pasti gatau kalau gue suka sama atau ngedeketin dia, karena gue gak pernah nunjukkin sama dia dan siapapun soal perasaan gue. Orang yang gaktau gue, ga akan tau kalau gue suka sama dia karena sikap gue bener-bener gak nunjukkin kalau gue suka sama dia.
Karena itu, terlintas lagi pertanyaan buat dia -tentang perasaan gue ke dia-
"Gimana caranya, misalnya gue suka sama cowo, dan gue pengen cowo itu yang deketin gue?"
"Lo cukup kasi dia kode, sekalii aja, nanti tu cowo bakal gerak"
Hemmm, apa mungkin karena gue gak pernah kasih kode, makanya dia gak deketin gue??
Ah, terlalu banyak menghayal. Mending gue sudahin pertanyaan omong kosong ini sampai disini, daripada terlalu banyak khayalan yang bertambah di hari ini.
Malam ini kembali berakhir, dengan sejuta perasaan yang mengambang dan khayalan yang berkeliaran di otak gue.
- to be continued -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar